Laman
menu
Kamis, 27 Oktober 2011
Kamis, 11 Agustus 2011
Parenting Education
Banyak orang tua beranggapan bahwa PAUD yang baik adalah apabila anak didik nya telah mampu calistung (baca,tulis,berhitung) dan anak didik selalu di beri pekerjaan rumah (pr) untuk melatih calistung. Anggapan seperti ini sangat keliru karena pendidikan PAUD menjadi tidak baik. karena Calistung seharusnya diperoleh di sekolah dasar (SD).
Konsep pendidikan PAUD yaitu bermain sambil belajar,sehingga menciptakan belajar yang menyenangkan dengan demikian diharapkan seluruh potensi kecerdasan anak ikut terasah sebagai fondasi untuk pembelajaran selanjut nya.
Dengan diadakannya Parenting education untuk memberikan wawasan konsep belajar pendidikan anak usia dini yang benar .
Parenting education yang diadakan dihadiri oleh sekitar 90 orang tua dari anak didik dari Paud Ceria SKB kota Pangkalpinang dan Paud Binaan SKB kota Pangkalpinang yaitu Paud Harapan BUnda dan Paud AL Hasanah.
Rabu, 05 Januari 2011
TEKNIK PENGAMBILAN DATA PRIMER YANG AKUNTABEL
Aspek data dan informasi yang cepat serta akurat dalam suatu lembaga merupakan kebutuhan yang mendasar dalam rangka mewujudkan profesionalis kerja bagi lembaga itu sendiri. Data yang akurat dan akuntabel dibutuhkan untuk menyusun suatu program, data yang tidak akuntabilitas tidak memiliki dasar kuat untuk digunakan dalam mengambil keputusan , kebijakan pendidikan di tingkat pusat khususnya Undang – Undang Sisdiknas Tahun 2003 maupun Peraturan Pemerintah (PP), menyebutkan bahwa sebuah perencanaan yang baik harus didasarkan pada akurasi data dan informasi yang valid
Ada beberapa langkah yang kita tempuh untuk mendapatkan data primer yang akuntabel yaitu :
A. Menyusun rencana kegiatan
1. Tahap persiapan.
Tahapan persiapan mencakup kegiatan sebagai berikut:1. Menyusun desain pelaksanaan pendataan PNFI
- Penetapan Kepanitiaan melalui surat keputusan
- Persiapan sosialisasi pendataan ( undangan, daftar hadir dan jadwal kegiatan, spanduk sosialisasi pendataan )
- Persiapan akomodasi, konsumsi, dokumentasi, dan publikasi sosialisasi pendataan
- Membentuk tim pencari data
- Mengandakan instrumen pendataan
- Membagikan instrumen pendataan kepada tim pencari data
- Menginstal program PadatiWEB
- Melakukan pembayaran biaya akses internet
2. Tahap pelaksanaan.
Rangkaian kegiatan selama pendataan PNFI
- Tim mencari data mencari data primer dengan instrumen pendataan
- Mengumpulkan data
- Membuat rangkuman data perkecamatan
- Entri data
- Cetak data
- Validasi data oleh dinas pendidika
- Mengirim buku data dan file data ke P2PNFI regional 1.Bandung
- Perawatan komputer dan jaringan internet
- Penyelesaian administrasi
- Penyusunan laporan
3. Realisasi kegiatan
A.Sosialisasi pendataan dan pembentukan tim pencari data
Sosialisasi pendataan dilakukan untuk menjelaskan teknik pengisian instrumen yang benar sehingga mendapatkan data yang akuntabel.Dalam sosialisasi ini juga dilakukan pembentukan tim pencari data serta pembagian wilayah kerja agar pencarian data lebih efektif dan efesien.
B. Tim pencari data mencari data primer
Tim pencari data mencari data dengan mengunjungi langsung sumber data atau individu sehingga data yang di dapatkan adalah data primer. Setelah data yang di dapatkan dan di kumpul kemudian membuat rangkuman perkecamatan dengan format yang sudah tersedia.
C.Entri data
Entri data di lakukan dengan aplikasi Padati Web.Dalam entri data harus memperhatikan rambu rambu aplikasi Padati Web dengan baik. Apabila rambu rambu tidak diperhatikan maka data kemungkinan tidak tersimpan sehingga data tidak valid.
D. Koreksi data dan pengiriman file data via email
Setelah data yang di entri selesai kemudian dilakukan koreksi data agar sesuai dengan rangkuman data sehingga data tersebut menjadi akuntabel.Data yang sudah di koreksi, file nya langsung di kirim melalui email ke P2PNFI regional 1 Jaya giri Bandung.
E.Mencetak buku data PNFI dan CD data PNFI serta di validasi oleh dinas pendidikan kota Pangkalpinang.
Setelah koreksi data entri selesai maka data tersebut di transfer ke file microsoft office excel untuk di cetak menjadi buku data.Data data tersebut di susun dan dikelompokan berdasarkan kecamatan, sehingga akan memudah kan pengguna dalam menggunakan buku data PNFI tersebut.
Data tersebut dibuat back up nya dengan mentranfer data tersebut dalam bentuk CD.Setelah buku data selesai maka buku data tersebut di validasi oleh dinas pendidikan kota Pangkalpinang.Setelah buku data di validasi dinas pendidikan kota Pangkalpinang maka buku data PNFI tersebut di kirim ke P2PNFI regional 1 Jaya giri Bandung.
F. Akses Internet
SKB Kota Pangkalpinang dalam mengakses internet ini menggunakan jasa provider Speedy, dimana dengan pertimbangan biaya murah, dan kecepatan mengakses juga sangat layak untuk digunakan kepentingan kantor
G.Pemeliharaan jaringan dan komputer.
Pemeliharaan jaringan dan komputer dilakukan sesegera mungkin apabila jaringan atau komputer mengalami kendala, Sehingga pemanfaatan komputer dan jaringan komputer tidak mengalami hambatan.
Ada beberapa hal yang harus di perhatikan untuk mendapatkan data primer yang akuntabel antara lain :
A. Merancang instrumen pendataan dengan baik.
Untuk merancang instrumen pendataan dengan baik perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut (Research Methods fos Business (1992).
1. Isi dan tujuan instrumen pendataan harus jelas.Tujuan instrumen harus dijelaskan fungsi dan tujuan nya
2. Bahasa dan kata yang dipakai untuk merancang instrumen dengan baik di perlukan penggunaan bahasa atau kata yang jelas sehingga pertanyaanya jelas tidak memiliki makna ganda
3. Jenis dan bentuk instrumen.Jenis dan bentuk instrumen harus dirancang agar responden mudah untuk mengisi instrumen tersebut
4. Urutan pertanyaan di buat secara sistematis
5. Pengkodean. Bila di perlukan pengkodean dapat menggunakan pengkodean
6. Realibitas dan validitas
7. Tampilan instrumen dirancang agar tampak menarik
8. Kata pengantar
9. Petunjuk pengisian. Petunjuk pengisian di buat dengan kata kata yang mudah di pahami dan mudah untuk dilaksanakan
B. Tim Pencari data
Tim pencari harus terampil dan menguasai maksud dan tujuan di dalam instrumen agar bisa menjelelaskan dan mengkoreksi data yang di isi oleh responden. Tim pencari data harus menguasai konsep pengambilan data. Hal ini sangat penting karena tanpa penguasaan kosep pendataan , maka besar kemungkinan pencari data tidak bisa mendapatkan data yang di miliki.
C. Memotifasi responden
Motifasi responden agar mau mengisi instrumen dengan data yang akurat. Responden tidak termotifasi mengisi dengan akurat karena tidak mengetahui fungsi data yang di isi oleh responden.
Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut. Motivasi dari luar adalah motivasi yang pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara meotivasi dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita. Beberapa teori motivasi yang dapat di gunakan yaitu Teori Insentif. Yaitu teori yang mengatakan bahwa seseorang akan bergerak atau mengambil tindakan karena ada insentif yang akan dia dapatkan. Misalnya, Anda mau bekerja dari pagi sampai sore karena Anda tahu bahwa Anda akan mendapatkan intensif berupa gaji. Jika Anda tahu akan mendapatkan penghargaan, maka Anda pun akan bekerja lebih giat lagi. Yang dimaksud insentif bisa tangible atau intangible. Seringkali sebuah pengakuan dan penghargaan, menjadi sebuah motivasi yang besar.Dengan teori ini responden juga bisa kita beri kenang kenanga berupa souvenir karena sudah mengisi instrumen atau di beri insentif supaya mengisi instrumen dengan data yang valid. Kejelasan Tujuan Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebut dengan Goal Setting (penetapan tujuan). Dengan teori ini tim pencari data harus bisa memotifasi dengan memberikan pentingnya data yang akurat untuk kebutuhan nasional dan kebutuhan responden tersebut.
D. Kerja sama dengan lembaga lembaga terkait
Melakukan kerja sama dengan lembaga lembaga terkait agar data yang kita dapatkan lebih akurat serta kerja lebih efesien dan efektif. Kerja sama tersebut dapat di lakukan dengan
1. forum PNF yaitu PKBM, HIPKI.
2. Dinas pendidikan setempat
3. Pamong belajar SKB
Dengan kerja sama tersebut akan lebih memudahkan memperoleh data dari PKBM dan program program yang ada di PKBM.
( by TEFRINO)
Kamis, 21 Oktober 2010
PROGRAM WORKSHOP DAN DIKLAT


SKB Pangkalpinang mengadakan
1.workshop kesetaraan tanggal 30-31 Oktober 2010.Materi Workshop pengembangan kurikulium KTSP contac person ANDI 085643259014
2.Workshop PAUD tanggal 6-7 November 2010. Materi workshop Pengembangan kurirulum PAUD Contac person Tefrino 0818609453
3. Pendidikan dan latihan (DIKLAT ) PAUD tanggal 12 -14 November 2010 materi pengembangan kurikulum PAUD Contac Person Sarina 081367674833
Acara pembukaan kegiatan dilaksanakan tanggal 29 Oktober jam 13.30 dan seluruh peserta wajib hadir.
Khusus Pendidik PAUD yang belum mendapat kan undangan dan berkeinginan untuk ikut serta sebegai peserta worshop dapat menghubungi kami di telp 0717 423881.
Minggu, 10 Oktober 2010
PROGRAM KEAKSARAAN USAHA MANDIRI (KUM ) SKB KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2010
Keaksaraan Usaha Mandiri merupakan kelanjutan dari program keaksaraan fungsional yang didalamnya lebih diprioritaskan pada keterampilan. Warga Belajar tidak hanya bisa menulis,membaca, berhitung, mendengar, berbicara menggunakan bahasa Indonesia secara fasih, Warga Belajar dibekali juga pengetahuan agama.
Penyelenggaraan KUM berlokasi di daerah Tuatunu Kecamatan Gerunggang, bertempat dirumah warga. Banyaknya warga belajar berjumlah 30 orang, yang terdiri dari 3 kelompok dengan usia rata-rata dari warga belajar tersebut 20-45 tahun dengan jumlah tutor 3 orang. Kegiatan KUM dilaksanakan 2 hari dalam seminggu, yaitu pada hari senin dan Jumat. Pembelajaran dimulai jam 16.00 – 18.00.
Secara garis besar kegiatan KUM ini warga yang mengikuti KUM, harus mengikuti Keaksaraan Fungsional terlebih dahulu kemudian baru mengikuti KUM, setelah tuntas melaksanakan KUM Warga Belajar baru mendapatkan izajah berbentuk SUKMA (Surat Keterangan Melek Aksara).
Kegiatan Usaha Mandiri ini, lebih memprioritaskan kegiatan yang berbentuk keterampilan. Daerah Tuatunu merupakan daerah pertanian,dimana mayoritas masyarakat kebanyakan bertani. Di lihat dari segi itu maka keterampilan yang diberikan yang menggunakan bahan yang ada di daerah Tuatunu. Untuk kegiatan KUM tahun 2010 ini, keterampilan yang dilaksanakan adalah “pembuatan atap bangunan dari bahan Rumbia” , “pembuatan piring dari rotan” dan “pembuatan kue “. Bahan baku tersebut mudah didapatkan di daerah Tuatunu.
Tujuan dari keterampilan pembuatan atap, dari rumbia adalah memanfaatkan hasil alam yang banyak ditemui di daerah tuatunu, yang selama ini kurang di manfaatkan secara maksimal. Disamping keterampilan pembuatan atap dari rumbia, keterampilan yang kedua di laksanakan yaitu pembuatan piring dari bahan rotan, di mana bahan rotan tersebut banyak di temui di sekitar daerah warga. Pembuatan piring tersebut selain mudah untuk dipasarkan, ada pembelajarannya juga, warga bisa belajar menganyam, belajar kerapian, sehingga tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi bisa di pasarkan, dengan tujuan menambah penghasilan keluarga. Sehingga program belajar 9 tahun dapat tercapai, di samping memberantas buta aksara juga membantu masyarakat dari kemiskinan.
Pada awalnya untuk mengajak masyarakat yang buta huruf untuk ikut program ini sangatlah susah .Tetapi dengan pendekatan ke tokoh tokoh adat dan tokoh tokoh agama, agar tokoh tokoh tersebut ikut mensosialisasikan kegunaan dan pentingnya dari program tersebut buat masyarakat yang buta huruf akhirnya bisa berjalan lancar .
http://skbpangkalpinang.blogspot.com
2. Pembelajaran PAUD Melalui Metode Budaya Nganggung
a. Aspek-aspek Kecerdasan Anak.
Pembelajaran PAUD dengan motode Budaya Nganggung merupakan salah satu cara dalam meransang atau mengembangkan kecerdasan anak usia dini.
Aspek-aspek 9 kecerdasan anak usia dini antara lain :
1) Kecerdasan Linguistik
2) Kecerdasan Logika Matematika.
3) Kecerdasan Visual Spasial
4) Kecerdasan Musikal
5) Kecerdasan Kinestetik
6) Kecerdasan Naturalis atau mencintai keindahan alam
7) Kecerdasan Interpersonal atau kemampuan melakukan hubungan antar manusia.
8) Kecerdasan Intrapersonal atau kemampuan memahami diri sendiri
9) Kecerdasan Spritual atau kemanpuan mengenal dan mencintai Tuhan
b. Program Pembelajaran PAUD Berbasis Budaya Nganggung .
Program kegiatan belajar Pendidikan Anak Usia Dini dengan pendekatan pembelajaranan berbasis budaya Nganggung merupakan materi pembelajaran yang berkenaan dengan aspek- aspek yang dapat dikembangkan melalui metode pembelajaran berbasis budaya nganggung yang direncanakan dalam kegiatan membimbing, mengarahkan dan merangsang perkembangan 9 kemampuan/kecerdasan yang dimiliki setiap anak untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan dalam upaya pembentukan perilaku dan kemampuan dasar yang harus dimiliki anak.
Garis- garis Besar Program Kegiatan Belajar (GBPKB) Pendididikan Anak Usia Dini dibagi dalam 2 bidang pengembangan yang utuh mencakup :
1) Program Kegiatan Belajar dalam Mengembangkan Pembentukan Perilaku
Program kegiatan ini merupakan kegiatan yang harus dilakukan secara terus menerus dalam setiap kegiatan maupun dalam kehidupan sehari- hari anak, sehingga anak menjadi terbiasa dengan prilaku yang baik.
Program kegiatan ini meliputi aspek- aspek pengembangan :
b) Pengembangan Moral dan Nilai-nilai Agama
Melalui program ini diharapkan dapat menumbuhkan ketakwaan anak terhadap Tuhan Yang Maha Esa, menumbuhkan sikap mental serta perilaku yang berdasarkan pada moral dan nilai-nilai agama.
c) Pengembangan Sosial Emosional
Melalui program pengembangan ini diharapkan akan anak akan dapat mengendalikan emosinya secara wajar dengan tingkat kemampuannya dan dapat bersosialisasi dengan teman sebaya maupun orang dewasa.
Dalam bidang pengembangan ini kompetensi dasar yang diharapkan dicapai oleh anak adalah :
- Anak mampu mengucapkan bacaan do’a dan lagu- lagu keagamaan, menirukan gerakan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing dan mengikuti aturan-aturan yang dilandasi moral yang berlaku.
2) Program Kegiatan Dalam Pengembangan Kemampuan Dasar
Program pengembangan ini merupakan program kegiatan inti atau materi yang sudah disiapkan pendidk untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan, pengetahuan, krativitas, daya pikir anak yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak yang meliputi aspek-aspek :
a) Pengembangan Bahasa
Melalui pengembangan ini diharapkan anak dapat menyimak/ mendengarkan, mengerti dana melaksanakan perintah, dapat berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata dan simbol- simbol yang melambangkannya.
b) Pengembangan Kognitif
Merangsang pengetahuan, daya pikir, daya cipta (kreativitas) dalam menerima pelajaran dan membantu anak menemukan alternatif pemecahan masalah, mengembangkan kemampuan logika, matematik, konsep waktu dan mempersiapkan kemampuan berfikir teliti.
c) Pengembangan Fisik/ Motorik
Merangsang atau melatih otot- otot besar dan halus melalui gerakan olahraga, dan sensori motorik, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh, meningkatkan keterampilan tubuh, serta cara hidup sehat sehingga menunjang pertumbuhan jasmani yang sehat dan kuat.
d) Pengembangan Seni
Mengembangkan daya cipta berdasarkan hasil imajinasi, dan mengembangkan kepekaan dan menghasilkan karya yang kreatif serta dapat menghargai hasil karya orang lain.
http://skbpangkalpinang.blogspot.com
Rabu, 06 Oktober 2010
1. Faktor- Faktor Penyebab Punahnya Budaya Nganggung dan Upaya- upaya Melestariakannya

Budaya nganggung adalah tradisi masyarakat Bangka Belitung membawa makanan yang ditempatkan didalam dulang yang ditutupi tudung saji menuju kemesjid atau langgar untuk kemudian disantap bersama sama ( Ibrahim Bintang M, 2002).
a. Faktor-faktor yang mempengaruhi hilangnya budaya Nganggung
1) kurang dikenalkannya budaya Ngangung oleh masyarakat perkotaan terutama anak.
2) Banyak orang beranggapan bahwa budaya lokal itu hanya suatu budaya kuno.
3) Perkembangan budaya asing sangat mempengaruhi kebudayaan sehingga terjadilah pergeseran atau perubahan budaya, dimana anak-anak lebih mengenal budaya luar dibanding dengan budaya lokal.
b. Upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam melestarikan budaya Nganggung antara lain :
1) Memperkenalkan kembali budaya Nganggung di masyarakat, terutama kepada anak- anak dengan demikian kita berperan melestarikan budaya lokal.
2) Memodifikasikan budaya Nganggung pada kegiatan pendidikan makan dan kegiatan inti (pembelajaran di sentra) yang dapat mengembangkan kecerdasan dan menanamkan nilai positif pada anak dan juga dapat menanamkan nilai kekeluargaan, gotong royong dan toleransi yang merupakan nilai budaya bangsa Indonesia yang perlu kita lestarikan
3) Mengajak masyarakat maupun pendidik untuk menggangkat kembali budaya lokal” Nganggung”. Karena kita beada di lingkungan pendidikan, kita dapat menerapkan budaya Nganggung ini dilingkungan sekolah masing- masing.(http://skbpangkalpinang.blogspot.com)