SELAMAT DATANG DI BLOG SANGGAR KEGIATAN BELAJAR KOTA PANGKALPINANG



menu

Tampilkan postingan dengan label LEMBAGA/UMUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEMBAGA/UMUM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Oktober 2013

SKB PANGKALPINANG JUARA LEMBAGA BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL

 SKB PANGKALPINANG JUARA LEMBAGA BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL

Sanggar Kegiatan Belajar  kota Pangkalapinang menyabet juara dua Lembaga berprestasi Nasional 2013 dalam rangka Hari Aksara  Internasional /HAI - 48.Penghargaan di berikan oleh Wamendikbud di Jakarta 11 Oktober 2013 .Dengan adanya penghargaaan ini akan menambah semangat dan kinerja dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.Semoga Program program yang dilaksanakan di SKB Pangkalpinang benar benar bermanfaat bagi masyarakat ujar Kepala SKB Pangkalpinang Djuariningsih.
                

Kamis, 01 Agustus 2013

UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pangkalpinang mengadakan acara Bakti Sosial membagikan 60 kupon kepada kaum dhuafa, kupon ini untuk mendapatkan satu paket sembako yang berisi beras 5 kg, susu 1 kaleng, minyak goreng fortune 1 liter, gula 1 kg, dan 2 bungkus mie instan serta uang tunai sebesar Rp 50.000, Rabu (31/7). Pembagian paket sembako ini diberikan kepada kaum dhuafa yang ada di empat kecamatan yaitu Gerunggang, Rangkui, Taman sari dan Kecamatan  Girimaya.
"Dilihat dari nilai nominalnya memang tidak seberapa, tapi yang penting niat kami tulus untuk membantu masyarakat . Sasaran penerima bantuan kegiatan bakti sosial  ini adalah  . Kami belum bisa menjangkau semua kecamatan Insya Alllah tahun depan semua kecamatan bisa kami undang. Disamping memberikan paket sembako kepada kaum dhuafa ,  kami juga memberikan santunan kepada Panti Asuhan Al-Iklas berupa uang tunai sebesar Rp. 1.050.000,"papar Kepala SKB Kota Pangkalpinang Djuariningsih.
Djuariningsih  menyatakan kegiatan bakti sosial di bulan Ramadan yang  mengambil tema  "Berbagi Untuk Membantu Sesama"  ini bertujuan menumbuhkan rasa kepedulian sosial kepada sesama serta meringankan  sedikit beban  masyarakat yang kurang mampu. Sekaligus  menjadi ajang tali silaturahim antara SKB dengan masyarakat.
"Sumber dana dari kegiatan bakti sosial  ini murni berasal dari swadana antara lain dari  sumbangan  wali murid PAUD SKB, pegawai SKB serta dari masyarakat juga dari Bumi Laskar Pelangi , semuanya terkumpul sebesar Rp. 10.050.000,"terangnya.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan SKB dapat semakin dekat dengan masyarakat berbagi kebahagiaan dan kebaikan dalam bulan suci Ramadhan.
"Kami berharap mudah-mudahan kegiatan ini bisa kami laksanakan setiap tahun sehingga menjadi agenda rutin SKB dalam menyambut bulan Suci Ramadhan. Dan Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang turut memberikan bantuanya sehingga kegiatan Bakti Sosial bisa berjalan dengan lancar," tutupnya.
dikutip dari bangka pos 01 Agustus 2013

Kamis, 14 Februari 2013

Lembar Informasi Data Individual Pamong Belajar

Menindaklanjuti kelengkapan data dalam rangka memenuhi syarat pengajuan tunjangan jabatan fungsional dan dalam rangka pemutakhiran data pamong belajar secara berkala, maka Pengurus Pusat Ikatan Pamong Belajar Indonesia (IPABI) meminta kepada pengurus daerah dan pengurus cabang untuk melakukan pemutakhiran data Pamong Belajar UPTD SKB/BPKB dan UPT BPPAUDNI/PPPAUDNI setiap 1 tahun sekali dengan format LIDI (Lembar Informasi Data Individu) Pamong Belajar. Adapun format LIDI Pamong Belajar  di Download di sini ( KLIK DI SINI)

Kamis, 11 Agustus 2011

Parenting Education



SKB Kota Pangkalpinang gelar parenting education pada tanggal 5 Agustus 2011.
Tujuan diadakan Parenting education adalah.Untuk menyamakan persepsi dan pemahaman antara orang tua dan pengelola PAUD tentang bagaimana pendidikan anak usia dini yang benar.

Banyak orang tua beranggapan bahwa PAUD yang baik adalah apabila anak didik nya telah mampu calistung (baca,tulis,berhitung) dan anak didik selalu di beri pekerjaan rumah (pr) untuk melatih calistung. Anggapan seperti ini sangat keliru karena pendidikan PAUD menjadi tidak baik. karena Calistung seharusnya diperoleh di sekolah dasar (SD).

Konsep pendidikan PAUD yaitu bermain sambil belajar,sehingga menciptakan belajar yang menyenangkan dengan demikian diharapkan seluruh potensi kecerdasan anak ikut terasah sebagai fondasi untuk pembelajaran selanjut nya.

Dengan diadakannya Parenting education untuk memberikan wawasan konsep belajar pendidikan anak usia dini yang benar .

Parenting education yang diadakan dihadiri oleh sekitar 90 orang tua dari anak didik dari Paud Ceria SKB kota Pangkalpinang dan Paud Binaan SKB kota Pangkalpinang yaitu Paud Harapan BUnda dan Paud AL Hasanah.



Rabu, 05 Januari 2011

TEKNIK PENGAMBILAN DATA PRIMER YANG AKUNTABEL


Aspek data dan informasi yang cepat serta akurat dalam suatu lembaga merupakan kebutuhan yang mendasar dalam rangka mewujudkan profesionalis kerja bagi lembaga itu sendiri. Data yang akurat dan akuntabel dibutuhkan untuk menyusun suatu program, data yang tidak akuntabilitas tidak memiliki dasar kuat untuk digunakan dalam mengambil keputusan , kebijakan pendidikan di tingkat pusat khususnya Undang – Undang Sisdiknas Tahun 2003 maupun Peraturan Pemerintah (PP), menyebutkan bahwa sebuah perencanaan yang baik harus didasarkan pada akurasi data dan informasi yang valid

Ada beberapa langkah yang kita tempuh untuk mendapatkan data primer yang akuntabel yaitu :

A. Menyusun rencana kegiatan

1. Tahap persiapan.

Tahapan persiapan mencakup kegiatan sebagai berikut:1. Menyusun desain pelaksanaan pendataan PNFI

  1. Penetapan Kepanitiaan melalui surat keputusan
  2. Persiapan sosialisasi pendataan ( undangan, daftar hadir dan jadwal kegiatan, spanduk sosialisasi pendataan )
  3. Persiapan akomodasi, konsumsi, dokumentasi, dan publikasi sosialisasi pendataan
  4. Membentuk tim pencari data
  5. Mengandakan instrumen pendataan
  6. Membagikan instrumen pendataan kepada tim pencari data
  7. Menginstal program PadatiWEB
  8. Melakukan pembayaran biaya akses internet

2. Tahap pelaksanaan.

Rangkaian kegiatan selama pendataan PNFI

  1. Tim mencari data mencari data primer dengan instrumen pendataan
  2. Mengumpulkan data
  3. Membuat rangkuman data perkecamatan
  4. Entri data
  5. Cetak data
  6. Validasi data oleh dinas pendidika
  7. Mengirim buku data dan file data ke P2PNFI regional 1.Bandung
  8. Perawatan komputer dan jaringan internet
  9. Penyelesaian administrasi
  10. Penyusunan laporan

3. Realisasi kegiatan

A.Sosialisasi pendataan dan pembentukan tim pencari data

Sosialisasi pendataan dilakukan untuk menjelaskan teknik pengisian instrumen yang benar sehingga mendapatkan data yang akuntabel.Dalam sosialisasi ini juga dilakukan pembentukan tim pencari data serta pembagian wilayah kerja agar pencarian data lebih efektif dan efesien.

B. Tim pencari data mencari data primer

Tim pencari data mencari data dengan mengunjungi langsung sumber data atau individu sehingga data yang di dapatkan adalah data primer. Setelah data yang di dapatkan dan di kumpul kemudian membuat rangkuman perkecamatan dengan format yang sudah tersedia.

C.Entri data

Entri data di lakukan dengan aplikasi Padati Web.Dalam entri data harus memperhatikan rambu rambu aplikasi Padati Web dengan baik. Apabila rambu rambu tidak diperhatikan maka data kemungkinan tidak tersimpan sehingga data tidak valid.

D. Koreksi data dan pengiriman file data via email

Setelah data yang di entri selesai kemudian dilakukan koreksi data agar sesuai dengan rangkuman data sehingga data tersebut menjadi akuntabel.Data yang sudah di koreksi, file nya langsung di kirim melalui email ke P2PNFI regional 1 Jaya giri Bandung.

E.Mencetak buku data PNFI dan CD data PNFI serta di validasi oleh dinas pendidikan kota Pangkalpinang.

Setelah koreksi data entri selesai maka data tersebut di transfer ke file microsoft office excel untuk di cetak menjadi buku data.Data data tersebut di susun dan dikelompokan berdasarkan kecamatan, sehingga akan memudah kan pengguna dalam menggunakan buku data PNFI tersebut.

Data tersebut dibuat back up nya dengan mentranfer data tersebut dalam bentuk CD.Setelah buku data selesai maka buku data tersebut di validasi oleh dinas pendidikan kota Pangkalpinang.Setelah buku data di validasi dinas pendidikan kota Pangkalpinang maka buku data PNFI tersebut di kirim ke P2PNFI regional 1 Jaya giri Bandung.

F. Akses Internet

SKB Kota Pangkalpinang dalam mengakses internet ini menggunakan jasa provider Speedy, dimana dengan pertimbangan biaya murah, dan kecepatan mengakses juga sangat layak untuk digunakan kepentingan kantor

G.Pemeliharaan jaringan dan komputer.

Pemeliharaan jaringan dan komputer dilakukan sesegera mungkin apabila jaringan atau komputer mengalami kendala, Sehingga pemanfaatan komputer dan jaringan komputer tidak mengalami hambatan.

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan untuk mendapatkan data primer yang akuntabel antara lain :

A. Merancang instrumen pendataan dengan baik.

Untuk merancang instrumen pendataan dengan baik perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut (Research Methods fos Business (1992).

1. Isi dan tujuan instrumen pendataan harus jelas.Tujuan instrumen harus dijelaskan fungsi dan tujuan nya

2. Bahasa dan kata yang dipakai untuk merancang instrumen dengan baik di perlukan penggunaan bahasa atau kata yang jelas sehingga pertanyaanya jelas tidak memiliki makna ganda

3. Jenis dan bentuk instrumen.Jenis dan bentuk instrumen harus dirancang agar responden mudah untuk mengisi instrumen tersebut

4. Urutan pertanyaan di buat secara sistematis

5. Pengkodean. Bila di perlukan pengkodean dapat menggunakan pengkodean

6. Realibitas dan validitas

7. Tampilan instrumen dirancang agar tampak menarik

8. Kata pengantar

9. Petunjuk pengisian. Petunjuk pengisian di buat dengan kata kata yang mudah di pahami dan mudah untuk dilaksanakan

B. Tim Pencari data

Tim pencari harus terampil dan menguasai maksud dan tujuan di dalam instrumen agar bisa menjelelaskan dan mengkoreksi data yang di isi oleh responden. Tim pencari data harus menguasai konsep pengambilan data. Hal ini sangat penting karena tanpa penguasaan kosep pendataan , maka besar kemungkinan pencari data tidak bisa mendapatkan data yang di miliki.

C. Memotifasi responden

Motifasi responden agar mau mengisi instrumen dengan data yang akurat. Responden tidak termotifasi mengisi dengan akurat karena tidak mengetahui fungsi data yang di isi oleh responden.

Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut. Motivasi dari luar adalah motivasi yang pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara meotivasi dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita. Beberapa teori motivasi yang dapat di gunakan yaitu Teori Insentif. Yaitu teori yang mengatakan bahwa seseorang akan bergerak atau mengambil tindakan karena ada insentif yang akan dia dapatkan. Misalnya, Anda mau bekerja dari pagi sampai sore karena Anda tahu bahwa Anda akan mendapatkan intensif berupa gaji. Jika Anda tahu akan mendapatkan penghargaan, maka Anda pun akan bekerja lebih giat lagi. Yang dimaksud insentif bisa tangible atau intangible. Seringkali sebuah pengakuan dan penghargaan, menjadi sebuah motivasi yang besar.Dengan teori ini responden juga bisa kita beri kenang kenanga berupa souvenir karena sudah mengisi instrumen atau di beri insentif supaya mengisi instrumen dengan data yang valid. Kejelasan Tujuan Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebut dengan Goal Setting (penetapan tujuan). Dengan teori ini tim pencari data harus bisa memotifasi dengan memberikan pentingnya data yang akurat untuk kebutuhan nasional dan kebutuhan responden tersebut.

D. Kerja sama dengan lembaga lembaga terkait

Melakukan kerja sama dengan lembaga lembaga terkait agar data yang kita dapatkan lebih akurat serta kerja lebih efesien dan efektif. Kerja sama tersebut dapat di lakukan dengan

1. forum PNF yaitu PKBM, HIPKI.

2. Dinas pendidikan setempat

3. Pamong belajar SKB

Dengan kerja sama tersebut akan lebih memudahkan memperoleh data dari PKBM dan program program yang ada di PKBM.

( by TEFRINO)

Selasa, 27 Juli 2010

KOMPETENSI YANG HARUS DIMILIKI TUTOR DAN PELATIH








.




1KOMPETENSI KEPRIBADIAN

2.KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN ANDRAGOGIK

3. KOMPETENSI PROFESIONAL

4.KOMPETENSI SOSIAL

KOMPETENSI KEPRIBADIAN : KEMAMPUAN PERSONA

1. Kepribadian yang mantap

2. Kepribadian yang yang stabil

3 Kepribadian yang dewasa

4. Kepribadian yang arif

5. Kepribadian yang berwibawa

6. Kepribadian yang berakhlak mulia

7 Kepribadian yang dapat diteladani

Komptensi Pedagogik & Andragogik

1.Identifikasi kebutuhan pendidik

2. Perancang pendidikan

3. Pelaksana pembelajaran dengan partisipatif

4. Evaluasi pembelajaran bersama-sama dengan peserta didik

Kompetensi Profesional

1.Penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam

2. Memahami kurikulum materi paket B

3. Menguasai struktur metodologi keilmuannya

4. Penguasaan salah satu keterampilan (life skill)

5. Kemampuan membantu peserta didik dalam belajar

Kompetensi Sosial

1. Kemampuan berinteraksi secara efektif

2. Kemampuan bergaul dengan teman sejawat, peserta didik, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar

Kamis, 22 Juli 2010

PRINSIP PROFESIONALITAS TUTOR DAN PELATIH
















PRINSIP PROFESIONALITAS TUTOR DAN PELATIH
 Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idelaisme
 Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia
 Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas
 Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas
 Memiliki tanggungjawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan
 Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja
 Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesional secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat
 Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan
 Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan
PROFESI TUTOR DAN PELATIH HARUS MELIPUTI 4 KOMPETENSI
 KOMPETENSI KEPRIBADIAN
 KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN ANDRAGOGIK
 KOMPETENSI PROFESIONAL
 KOMPETENSI SOSIAL

Kamis, 15 Juli 2010

PROGRAM KEAKSARAAN SKB KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2010


Keaksaraan dasar merupakan bagian dari pendidikan non formal yang memberikan intervensi positif terhadap peningkatan kehidupan masyarakat. Suatu kenyataan yang ada di setiap wilayah, bahwa masyarakat tuna aksara umumnya hidup dalam keterbelakangan pengetahuan , sikap mental pembaharuan dan pembangunan serta keterampilan. Pada tahun 2009 penduduk buta aksara usia 15 tahun keatas berjumlah 8,3 juta orang (5,03 %) dan sebagian besar adalah perempuan.

Dengan adanya bantuan operasional penyelenggaraan keaksaraan dasar bagi SKB Kota Pangkalpinang, maka sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal untuk melayani kebutuhan masyarakat. SKB KOTA PANGKALPINANG menyelenggarakan program keaksaraan dasar, salah satunya berlokasi di Airitam, gang pelita RT. 11 dan RT.07 dengan warga belajar berjumlah 21 warga yang rata-rata berusia 25 tahun keatas. Lokasi pembelajaran di sebelah masjid Al-iman, yang sehari-harinya lokasi tersebut dipakai untuk kegiatan TPA sampai ashar, kemudian dilanjutkan kegiatan Keaksaraan dasar yang dilaksanakan hanya 2 hari yaitu selasa dan rabu, pembelajaran dimulai jam 15.30 - 17.30.

Selain itu juga SKB KOTA PANGKALPINANG menyelenggarakan program keaksaraan Usaha Mandiri di daerah Tua tunu Kecamatan Grunggang Pangkalpinang dengan warga belajar 11 orang yang usianya antara 30 -35 tahun.

Secara garis besar kegiatan keaksaraan dasar ini, dimulai dengan mengumpulkan warga pada bulan juni untuk membahas kapan, dimana, hari apa pelaksanaan keaksaraan dasar ini akan dilaksanakan. Setelah warga dikumpulkan, maka kita mulai dengan memberikan gambaran mengenai keaksaraan dasar itu apa dan apa itu sukma. Setelah warga paham, maka kita memberikan gambaran juga kepada tutor dan warga apa-apa saja kompetensi dasar yang harus diselesaikan di program keaksaraan dasar agar mereka bisa memperoleh SUKMA.

Selain itu setiap pertemuan selalu membuat catatan (jurnal ) dalam buku kemajuan kelas, sehingga bisa memantau perkembangan belajar. Kelebihan program keaksaraan dasar yang kita laksanakan di airitam ini, selain warga bisa belajar membaca, menulis,berhitung, mendengar, berbicara menggunakan bahasa Indonesia, warga belajar juga memperoleh bekal agama, sesuai kemampuan warganya,Sebagai tambahan ada pelajaran iqra dan ada pelajaran membaca alquran.

Pendekatan agama bagi warga belajar keaksaraan dasar ini sangat efektif, karena peserta keaksaraan dasar ini mayoritas adalah ibu rumah tangga, yang agamis, sehingga pendekatan dengan pengajian sangat efektif.Selain Warga belajar diberikan keterampilan, agar menambah pengetahuan dan bekal yang berguna. Agar bisa memperbaiki dan menambah penghasilan keluarga. Sehingga selain mengentaskan program belajar 9 tahun juga bisa meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.