SELAMAT DATANG DI BLOG SANGGAR KEGIATAN BELAJAR KOTA PANGKALPINANG



menu

Kamis, 15 Juli 2010

PROGRAM KEAKSARAAN SKB KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2010


Keaksaraan dasar merupakan bagian dari pendidikan non formal yang memberikan intervensi positif terhadap peningkatan kehidupan masyarakat. Suatu kenyataan yang ada di setiap wilayah, bahwa masyarakat tuna aksara umumnya hidup dalam keterbelakangan pengetahuan , sikap mental pembaharuan dan pembangunan serta keterampilan. Pada tahun 2009 penduduk buta aksara usia 15 tahun keatas berjumlah 8,3 juta orang (5,03 %) dan sebagian besar adalah perempuan.

Dengan adanya bantuan operasional penyelenggaraan keaksaraan dasar bagi SKB Kota Pangkalpinang, maka sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal untuk melayani kebutuhan masyarakat. SKB KOTA PANGKALPINANG menyelenggarakan program keaksaraan dasar, salah satunya berlokasi di Airitam, gang pelita RT. 11 dan RT.07 dengan warga belajar berjumlah 21 warga yang rata-rata berusia 25 tahun keatas. Lokasi pembelajaran di sebelah masjid Al-iman, yang sehari-harinya lokasi tersebut dipakai untuk kegiatan TPA sampai ashar, kemudian dilanjutkan kegiatan Keaksaraan dasar yang dilaksanakan hanya 2 hari yaitu selasa dan rabu, pembelajaran dimulai jam 15.30 - 17.30.

Selain itu juga SKB KOTA PANGKALPINANG menyelenggarakan program keaksaraan Usaha Mandiri di daerah Tua tunu Kecamatan Grunggang Pangkalpinang dengan warga belajar 11 orang yang usianya antara 30 -35 tahun.

Secara garis besar kegiatan keaksaraan dasar ini, dimulai dengan mengumpulkan warga pada bulan juni untuk membahas kapan, dimana, hari apa pelaksanaan keaksaraan dasar ini akan dilaksanakan. Setelah warga dikumpulkan, maka kita mulai dengan memberikan gambaran mengenai keaksaraan dasar itu apa dan apa itu sukma. Setelah warga paham, maka kita memberikan gambaran juga kepada tutor dan warga apa-apa saja kompetensi dasar yang harus diselesaikan di program keaksaraan dasar agar mereka bisa memperoleh SUKMA.

Selain itu setiap pertemuan selalu membuat catatan (jurnal ) dalam buku kemajuan kelas, sehingga bisa memantau perkembangan belajar. Kelebihan program keaksaraan dasar yang kita laksanakan di airitam ini, selain warga bisa belajar membaca, menulis,berhitung, mendengar, berbicara menggunakan bahasa Indonesia, warga belajar juga memperoleh bekal agama, sesuai kemampuan warganya,Sebagai tambahan ada pelajaran iqra dan ada pelajaran membaca alquran.

Pendekatan agama bagi warga belajar keaksaraan dasar ini sangat efektif, karena peserta keaksaraan dasar ini mayoritas adalah ibu rumah tangga, yang agamis, sehingga pendekatan dengan pengajian sangat efektif.Selain Warga belajar diberikan keterampilan, agar menambah pengetahuan dan bekal yang berguna. Agar bisa memperbaiki dan menambah penghasilan keluarga. Sehingga selain mengentaskan program belajar 9 tahun juga bisa meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.

WORKSHOP TUTOR PAUD DI SKB KOTA PANGKALPINANG


Awal tahun ajaran baru tahun 2010/2011. SKB pangkalpinang mempersiapkan tutor PAUD SKB Pangkalpinang untuk menjadi tutor yang handal. Untuk mewujudkan tutor yang handal SKB Pangkalpinang melaksanakan workshop. Workshop tersebut dilaksanakan tanggal 5-6 Juli 2010.Workshop tersebut bertujuan
1. mereviu materi materi yang pernah di dapat tutor paud sebelumnya
2.Menambah informasi dan pengetahuan baru sesuai perkembangan terbaru di dunia pendidikan PAUD
3.Wahana evaluasi kegiatan pembelajaran PAUD pada tahun ajaran 2009/2010

Pendidikan PAUD SKB kota Pangkalpinang berbasis Beyond Centers and Circles Time ( BCCT ) atau "Lebih Jauh tentang sentra dan saat lingkaran ". Dalam pendekatan ini anak dirangsang untuk secara aktif untuk melakukan kegiatan bermain sambil belajar di sentra sentra pembelajaran .Seluruh kegiatan pembelajaran berfokus pada anak sebagai subjek "pembelajaran "Pendidik berperan sebagai motivator dan fasilitator.Pijakan yang diberikan sebelum dan sesudah bermain dilakukan dalam setting duduk melingkar sehingga di kenal dengan "saat lingkaran",Pijakan lainya adalah pijakan lingkungan ( keragaman lingkungan ).Anak di tuntut untuk bermain secara aktif dan kreatif di sentra sentra pembelajaran yang tersedia guna mengembangkan dirinya seoptimal mungkin

Kamis, 08 Juli 2010

SISTIM INFORMASI MANAJEMEN (SIM ) 2010


Pendataan program PNF untuk kota Pangkalpinang tahun 2010 sedang berlangsung.Rabu(7 Juli 2010) di adakan sosialisasi pendataan PNFI yang bertema kan optimalisasi pendataan wujudkan data yang akuntabilitas. Pendataan tersebut menggunakan instrumen lembaga dan rangkuman kecamatan. Program yang di data program mulai Januari 2009 hingga Desember 2009. Data tersebut akan di olah dengan program PADATI WEB. Target SKB Pangkalpinang bulan Agustus 2010 data sudah selesai dan sudah di kirim ke regional 1 PNFI Bandung.Untuk lembaga Kursus,Taman Bacaan Masyarakat (TBM ) PKBM bekerja sama dengan SKB Kota Pangkalpinang untuk melakukan pendataan tersebut (Semoga sukses dan target tercapai )

Senin, 21 Juni 2010

PENILAIAN HASIL BELAJAR


Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kemajuan dan hasil belajar dalam ketuntasan penguasaan kompetensi.

Penilaian Hasil Belajar terdiri dari :

  1. Evaluasi tiap-tiap modul pelajaran yang meliputi:
    • Tugas mandiri
    • Tugas kelompok
  2. Evaluasi semester
  3. Evaluasi akhir kelas/kelompok
  4. Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK).

Penilaian akhir dapat diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Penilaian eksternal dapat digunakan sebagai pengendali mutu pendidikan seperti Ujian Nasional dan Tes Kemampuan Dasar.

Penilaian berorientasi pada :

  1. Acuan/patokan

Semua kompetensi perlu dinilai menggunakan acuan kriteria berdasarkan pada indikator hasil belajar. Penyelenggara program dan tutor menetapkan kriteriasesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

  1. Ketuntasan Belajar

Pencapaian hasil belajar ditetapkan dengan ukuran atau tingkat pencapaian kompetensi yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai prasyarat penguasaan kompetensi lebih lanjut.

  1. Multi alat dan Cara penilaian

Penilaian menggunakan berbagai alat dan cara, yaitu tes dan non tes untuk memantau kemajuan dan hasil belajar peserta didik.

  1. Kriteria Penilaian

Penilaian harus memberikan rasa adil terhadap semua peserta didik, terbuka bagi semua pihak, dan dilaksanakan secara terencana, bertahap, dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik. Hasil penilaian harus memberikan informasi yang akurat tentang pencapaian kompetensi peserta didik.

PEMBELAJARAN PAUD DI SENTA BALOK DI PAUD CERIA SKB PANGKALPINANG

Pembelajaran ini tentang membuat kandang kelinci yang besar dengan menyusun beberapa balok. Pembelajaran ini di sentra balok,hasil dari pembelajaran ini diharapkan peserta didik dapat menerapkan konsep makna besar dan melatih motorik peserta didik. Peserta didik juga diharapkan bisa kerja sama dalam tim karena dalam membuat kandang kelinci ini di buat dalam berkelompok.Selain itu peserta didik diharapkan tumbuh kreatifitas nya

Jumat, 18 Juni 2010

TUTORIAL



Kegiatan Tutorial

Pendahuluan
• Menyiapkan kondisi pembelajaran agar peserta didik terlibat baik secara psikis maupun fisik sehingga siap mengikuti proses pembelajaran.
• Mencatat kehadiran peserta didik
• Menyampaikan tujuan tutorial.

Kegiatan Inti
Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

Yang dilakukan Tutor;
• Mengidentifikasi materi-materi yang sulit bagi peserta didik
• Bersama peserta didik membahas materi
• Memberikan latihan sesuai dengan tingkat kesulitan yang dialami setiap peserta didik
• Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain
• Memfasilitasi terjadinya interaksi antara peserta didik serta antara peserta didik dengan pendidik, lingkungan, dan sumber belajar lainnya.
• Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
• Memberikan balikan dan penguatan.


Kegiatan Penutup
Yang dilakukan Tutor;
• Bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman/kesimpulan pelajaran
• Bersama peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
• Melakukan penilaian terhadap egiatan pembelajaran yang telah dilakukan
• Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
• Memotivasi peserta didik untuk mendalami materi pembelajaran melalui kegiatan belajar mandiri
• Melakukan kegiatan tindak lanjut melalui layanan konseling dan/atau memberikan tugas terstruktur baik secara individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik
• Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan tutorial berikutnya

Kamis, 17 Juni 2010

BELAJAR TUNTAS



a. Merupakan suatu pendekatan pengajaran dan pembelajaran yang berfokuskan penguasaan peserta didik dalam suatu materi yang diajar berasaskan kepada falsafah bahwa semua atau hampir semua peserta didik diharapkan menguasai pengetahuan atau keteramplan dengan baik dan penuh keyakinan sesuai dengan situasi dan kondisi dan waktu yang tersedia.
b. Sekumpulan gagasan dan pembelajaran secara individu yang dapat membantu peserta didik untuk:
• Belajar secara konsisten dan sistematik
• Membantu peserta didik yang bermasalah
• Memberikan waktu yang cukup bagi peserta didik untuk menguasai materi pembelajaran
c. Suatu pendekatan pengajaran dan pembelajaran untuk memastikan semua peserta didik menguasai kompetensi yang diharapkan dalam suatu unit pembelajaran sebelum pindah ke unit pembelajaran selanjutnya. Pendekatan ini memerlukan waktu yang cukup serta proses pengajaran dan pembelajaran yang berkualitas.
d. Ciri-ciri belajar tuntas;
• Peserta didik perlu menguasai 80% kompetensi yang ditetapkan dalam setiap unit pembelajaran sebelum berpindah ke unit pembelajaran yang baru.
• Pengelolaan kegiatan pembelajaran dapat dilakukan melalui unit-unit pembelajaran untuk mencapai kompetensi. Unit dapat terdiri dari sekumpulan bahan pelajaran yang disusun secara sistematik. Pembelajaran dipecahkan ke beberapa unit kecil supaya mudah dikuasai.
• Peserta didik belum mempelajari kompetensi berikutnya, apabila kompetensi sebelumnya belum tercapai.
• Peserta didik perlu waktu yang cukup untuk menguasai kompetensi melalui kegiatan belajar.
• Peserta didik memperoleh arahan pembelajaran untuk setiap unit secara jelas
• Penilaian kelas, diaknostik, tes tertulis, dan perbuatan dapat dilakukan untuk mengukur ketuntasan belajar.
• Remedial dilakukan untuk peserta didik yang belum menguasai materi
• Pengayaan dilaksanakan untuk peserta didik yang telah menguasai materi.