Pendataan program PNF untuk kota Pangkalpinang tahun 2010 sedang berlangsung.Rabu(7 Juli 2010) di adakan sosialisasi pendataan PNFI yang bertema kan optimalisasi pendataan wujudkan data yang akuntabilitas. Pendataan tersebut menggunakan instrumen lembaga dan rangkuman kecamatan. Program yang di data program mulai Januari 2009 hingga Desember 2009. Data tersebut akan di olah dengan program PADATI WEB. Target SKB Pangkalpinang bulan Agustus 2010 data sudah selesai dan sudah di kirim ke regional 1 PNFI Bandung.Untuk lembaga Kursus,Taman Bacaan Masyarakat (TBM ) PKBM bekerja sama dengan SKB Kota Pangkalpinang untuk melakukan pendataan tersebut (Semoga sukses dan target tercapai )
Laman
menu
Kamis, 08 Juli 2010
SISTIM INFORMASI MANAJEMEN (SIM ) 2010
Pendataan program PNF untuk kota Pangkalpinang tahun 2010 sedang berlangsung.Rabu(7 Juli 2010) di adakan sosialisasi pendataan PNFI yang bertema kan optimalisasi pendataan wujudkan data yang akuntabilitas. Pendataan tersebut menggunakan instrumen lembaga dan rangkuman kecamatan. Program yang di data program mulai Januari 2009 hingga Desember 2009. Data tersebut akan di olah dengan program PADATI WEB. Target SKB Pangkalpinang bulan Agustus 2010 data sudah selesai dan sudah di kirim ke regional 1 PNFI Bandung.Untuk lembaga Kursus,Taman Bacaan Masyarakat (TBM ) PKBM bekerja sama dengan SKB Kota Pangkalpinang untuk melakukan pendataan tersebut (Semoga sukses dan target tercapai )
Senin, 21 Juni 2010
PENILAIAN HASIL BELAJAR
Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kemajuan dan hasil belajar dalam ketuntasan penguasaan kompetensi.
Penilaian Hasil Belajar terdiri dari :
- Evaluasi tiap-tiap modul pelajaran yang meliputi:
- Tugas mandiri
- Tugas kelompok
- Evaluasi semester
- Evaluasi akhir kelas/kelompok
- Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK).
Penilaian akhir dapat diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Penilaian eksternal dapat digunakan sebagai pengendali mutu pendidikan seperti Ujian Nasional dan Tes Kemampuan Dasar.
Penilaian berorientasi pada :
- Acuan/patokan
Semua kompetensi perlu dinilai menggunakan acuan kriteria berdasarkan pada indikator hasil belajar. Penyelenggara program dan tutor menetapkan kriteriasesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
- Ketuntasan Belajar
Pencapaian hasil belajar ditetapkan dengan ukuran atau tingkat pencapaian kompetensi yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai prasyarat penguasaan kompetensi lebih lanjut.
- Multi alat dan Cara penilaian
Penilaian menggunakan berbagai alat dan cara, yaitu tes dan non tes untuk memantau kemajuan dan hasil belajar peserta didik.
- Kriteria Penilaian
Penilaian harus memberikan rasa adil terhadap semua peserta didik, terbuka bagi semua pihak, dan dilaksanakan secara terencana, bertahap, dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik. Hasil penilaian harus memberikan informasi yang akurat tentang pencapaian kompetensi peserta didik.
PEMBELAJARAN PAUD DI SENTA BALOK DI PAUD CERIA SKB PANGKALPINANG
Jumat, 18 Juni 2010
TUTORIAL

Kegiatan Tutorial
Pendahuluan
• Menyiapkan kondisi pembelajaran agar peserta didik terlibat baik secara psikis maupun fisik sehingga siap mengikuti proses pembelajaran.
• Mencatat kehadiran peserta didik
• Menyampaikan tujuan tutorial.
Kegiatan Inti
Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
Yang dilakukan Tutor;
• Mengidentifikasi materi-materi yang sulit bagi peserta didik
• Bersama peserta didik membahas materi
• Memberikan latihan sesuai dengan tingkat kesulitan yang dialami setiap peserta didik
• Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain
• Memfasilitasi terjadinya interaksi antara peserta didik serta antara peserta didik dengan pendidik, lingkungan, dan sumber belajar lainnya.
• Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
• Memberikan balikan dan penguatan.
Kegiatan Penutup
Yang dilakukan Tutor;
• Bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman/kesimpulan pelajaran
• Bersama peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
• Melakukan penilaian terhadap egiatan pembelajaran yang telah dilakukan
• Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
• Memotivasi peserta didik untuk mendalami materi pembelajaran melalui kegiatan belajar mandiri
• Melakukan kegiatan tindak lanjut melalui layanan konseling dan/atau memberikan tugas terstruktur baik secara individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik
• Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan tutorial berikutnya
Kamis, 17 Juni 2010
BELAJAR TUNTAS

a. Merupakan suatu pendekatan pengajaran dan pembelajaran yang berfokuskan penguasaan peserta didik dalam suatu materi yang diajar berasaskan kepada falsafah bahwa semua atau hampir semua peserta didik diharapkan menguasai pengetahuan atau keteramplan dengan baik dan penuh keyakinan sesuai dengan situasi dan kondisi dan waktu yang tersedia.
b. Sekumpulan gagasan dan pembelajaran secara individu yang dapat membantu peserta didik untuk:
• Belajar secara konsisten dan sistematik
• Membantu peserta didik yang bermasalah
• Memberikan waktu yang cukup bagi peserta didik untuk menguasai materi pembelajaran
c. Suatu pendekatan pengajaran dan pembelajaran untuk memastikan semua peserta didik menguasai kompetensi yang diharapkan dalam suatu unit pembelajaran sebelum pindah ke unit pembelajaran selanjutnya. Pendekatan ini memerlukan waktu yang cukup serta proses pengajaran dan pembelajaran yang berkualitas.
d. Ciri-ciri belajar tuntas;
• Peserta didik perlu menguasai 80% kompetensi yang ditetapkan dalam setiap unit pembelajaran sebelum berpindah ke unit pembelajaran yang baru.
• Pengelolaan kegiatan pembelajaran dapat dilakukan melalui unit-unit pembelajaran untuk mencapai kompetensi. Unit dapat terdiri dari sekumpulan bahan pelajaran yang disusun secara sistematik. Pembelajaran dipecahkan ke beberapa unit kecil supaya mudah dikuasai.
• Peserta didik belum mempelajari kompetensi berikutnya, apabila kompetensi sebelumnya belum tercapai.
• Peserta didik perlu waktu yang cukup untuk menguasai kompetensi melalui kegiatan belajar.
• Peserta didik memperoleh arahan pembelajaran untuk setiap unit secara jelas
• Penilaian kelas, diaknostik, tes tertulis, dan perbuatan dapat dilakukan untuk mengukur ketuntasan belajar.
• Remedial dilakukan untuk peserta didik yang belum menguasai materi
• Pengayaan dilaksanakan untuk peserta didik yang telah menguasai materi.
Senin, 14 Juni 2010
MOTIFASI BELAJAR
Motivasi belajar setiap orang, satu dengan yang lainnya, bisa jadi tidak sama. Biasanya, hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. Misalnya, seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya.
Contoh lainnya, seorang mahasiswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi agar lulus dengan predikat cum laude. Setelah itu, dia bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang hebat dengan tujuan membahagiakan orangtuanya.
Apa saja, sih, faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?
Beberapa faktor di bawah ini sedikit banyak memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, di antaranya:
- Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
- Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
- Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
- Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
- Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Stimulus motivasi belajar
Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:
- Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
- Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.
Tips-tips meningkatkan motivasi belajar
Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.
Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
- Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.
Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.
Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi. - Belajar apapun
Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya. - Belajar dari internet
Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.
Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.
Cari motivator
Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahakan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.
"Resep sukses: Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap." --William A. Ward