SELAMAT DATANG DI BLOG SANGGAR KEGIATAN BELAJAR KOTA PANGKALPINANG



menu

Kamis, 18 April 2013


Guna memperingati Hari Kartini Paud SKB Kota Pangkalpinang menggelar aneka kegiatan. Diantaranya, lomba kolase, lomba senam hingga fashion show busana kartini, Rabu (17/4/2013) di Aula SKB Pangkalpinang di Tuatunu.

Kepala SKB Pangkalpinang Djuariningsih menyebutkan kegiatan ini mengambil tema "Dengan semangat Kartini Kita Tingkatkan Rasa Nasionalisme Patriotiema serta Kreatifitas pada Anak Usia Dini,"

"Semua kegiatan perlombaan dirancang dengan   melibatkan orangtua wali murid , sebagai salah satu cara untuk memberikan semangat/dorongan kepada anak-anak untuk selalu berkarya, selain itu juga memperat tali silaturahmi antar sekolah dengan orangtua wali murid,"papar Djuariningsih kepada Bangkapos.com, di Pangkalpinang, Rabu.

Kegiatan ini melibatkan 190 anak dan orang tuanya, masing-masing lomba dikemas dengan melibatkan orang tuanya. Antara lain, lomba fashion show yang dilakukan anak berpasangan yaitu dengan sang ibu menggunakan pakaian khas Kartini.

Rabu, 27 Februari 2013

KEGIATAN OUTDOOR PAUD CERIA SKB PANGKALPINANG


KEGIATAN OUTDOOR PAUD SKB KOTA PANGKALPINANG
Outdoor ke BBIL Air Mawar Pangkalpinang

Kamis, 21 Februari  2013 PAUD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pangkalpinang mengadakan kegiatan outdoor di BBIL (Balai Benih Ikan Lokal) Air Mawar Jalan Ketapang Pangkalpinang , kegiatan ini dilaksankan di BBIL karena  berkaitan dengan tema pembelajaran bulan Februari yaitu binatang.  Menurut kepala SKB Kota Pangalpinang “Djuariningsih”, tujuan dari kegiatan ini agar anak-anak mendapatkan pengalaman langsung bagaimana pembibitan ikan yang dilakukan di BBIL selain itu juga memberikan suasana pembelajaran yang menyenangkan sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini “belajar melalui bermain” . Dengan harapan agar semua aspek-aspek perkembangan anak dapat berkembang secara optimal.
 Kegiatan outdoor merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap semester satu kali .  Kegiatan ini diikuti sebanyak 190 peserta didik yaitu PAUD Ceria SKB Kota Pangkalpinang sebanyak 141 anak, PAUD Harapan Bunda binaan SKB kota Pangkalpinang berjumlah 24 anak,dan PAUD Al Hasanah berjumlah 22 anak dengan jumlah guru sebanyak 15 orang dan didampingi Pamong Belajar SKB kota Pangkalpinang  sebanyak 10 orang.
 Kepala UPT BBIL Air Mawar Bapak Teguh,  merencanakan memberi kesempatan kepada anak PAUD untuk memberi makan ikan yang ada di kolam, dengan didampingi banyak pelajar PSG di UPT. BBIL, akan tetapi karena hari hujan  maka peserta didik tidak dapat  berkeliling ke kolam ikan yang ukurannya besar kecuali hanya melihat tempat/ kolam pembititan anak ikan. Tetapi hal ini tidak mengurangi antusias anak ingin tahu bagaimana anak ikan disemai sebelum dilepas ke kolam yeng lebih besar. Tiap kelompok Anak-anak PAUD secara bergiliran perkelompok melihat bibit ikan. Sebagai oleh oleh dari UPT. BBIL anak-anak diberi bibit ikan setiap anak 1 bungkus.
Untuk itu anak-anak mengucapkan terima kasih atas kebaikan bapak-ibu di UPT BBIL Air Mawar, terimakasih juga oleh-oleh bibit ikannya.

Kamis, 14 Februari 2013

Lembar Informasi Data Individual Pamong Belajar

Menindaklanjuti kelengkapan data dalam rangka memenuhi syarat pengajuan tunjangan jabatan fungsional dan dalam rangka pemutakhiran data pamong belajar secara berkala, maka Pengurus Pusat Ikatan Pamong Belajar Indonesia (IPABI) meminta kepada pengurus daerah dan pengurus cabang untuk melakukan pemutakhiran data Pamong Belajar UPTD SKB/BPKB dan UPT BPPAUDNI/PPPAUDNI setiap 1 tahun sekali dengan format LIDI (Lembar Informasi Data Individu) Pamong Belajar. Adapun format LIDI Pamong Belajar  di Download di sini ( KLIK DI SINI)

Kamis, 26 April 2012

SKB Kota Pangkalpinang baru-baru ini meluncurkan produk dodol nanas tiga rasa, manis, asin keju dan pedas. Ketiga produk ini adalah hasil karya kelompok belajar paket B, yang kebanyakan ibu rumah tangga.



Saat ini kelompok belajar itu telah tiga kali memproduksi  dodol yang bahannya semua asli dan tanpa pengawet. Jika biasanya dodol dikemas gulungan dan di plastik, dodol yang diberi nama Dodol Eskabe ini dikemas menarik dalam keranjang rotan, dibungkus kecil-kecil sehingga sangat cocok untuk camilan.

Kita jaga kualitasnya dengan bahan-bahan asli, dan kita permanis kemasannya agar orang lebih tertarik. Dodol ini pas banget untuk oleh-oleh, ini sekaligus menambah menu oleh-oleh khas Bangka, jadi tidak melulu kemplang, madu atau keretek. Sekarang ada dodol khas Bangka,

Saat ini pemasaran Dodol Eskabe baru sebatas dari mulut ke mulut, namun ke depan akan dipasarkan ke toko-toko.

"Ini habis terus belum sempat dijual ke toko. Ke depan kita akan pasarkan juga ke toko-toko, dodol ini bisa tahan selama satu bulan," jelasnya.

Dari hasil penjualan Dodol Eskabe yang dipatok dengan harga Rp 35.000 per kemasan ini, keuntungannya diberikan kepada anggota kelompok belajar.

SKB yang biayai kegiatan ini, tapi keuntungan kita berikan kepada kelompok belajar. Ke depan kita berharap ada perusahaan yang peduli dan mau memberikan modal kepada mereka, karena ketika sudah selesai sekolah paketnya kami tidak memberikan modal lagi. Dengan demikian ibu- ibu ini bisa menjadi penggerak ekonomi keluarga,

Kamis, 11 Agustus 2011

Parenting Education



SKB Kota Pangkalpinang gelar parenting education pada tanggal 5 Agustus 2011.
Tujuan diadakan Parenting education adalah.Untuk menyamakan persepsi dan pemahaman antara orang tua dan pengelola PAUD tentang bagaimana pendidikan anak usia dini yang benar.

Banyak orang tua beranggapan bahwa PAUD yang baik adalah apabila anak didik nya telah mampu calistung (baca,tulis,berhitung) dan anak didik selalu di beri pekerjaan rumah (pr) untuk melatih calistung. Anggapan seperti ini sangat keliru karena pendidikan PAUD menjadi tidak baik. karena Calistung seharusnya diperoleh di sekolah dasar (SD).

Konsep pendidikan PAUD yaitu bermain sambil belajar,sehingga menciptakan belajar yang menyenangkan dengan demikian diharapkan seluruh potensi kecerdasan anak ikut terasah sebagai fondasi untuk pembelajaran selanjut nya.

Dengan diadakannya Parenting education untuk memberikan wawasan konsep belajar pendidikan anak usia dini yang benar .

Parenting education yang diadakan dihadiri oleh sekitar 90 orang tua dari anak didik dari Paud Ceria SKB kota Pangkalpinang dan Paud Binaan SKB kota Pangkalpinang yaitu Paud Harapan BUnda dan Paud AL Hasanah.



Rabu, 05 Januari 2011

TEKNIK PENGAMBILAN DATA PRIMER YANG AKUNTABEL


Aspek data dan informasi yang cepat serta akurat dalam suatu lembaga merupakan kebutuhan yang mendasar dalam rangka mewujudkan profesionalis kerja bagi lembaga itu sendiri. Data yang akurat dan akuntabel dibutuhkan untuk menyusun suatu program, data yang tidak akuntabilitas tidak memiliki dasar kuat untuk digunakan dalam mengambil keputusan , kebijakan pendidikan di tingkat pusat khususnya Undang – Undang Sisdiknas Tahun 2003 maupun Peraturan Pemerintah (PP), menyebutkan bahwa sebuah perencanaan yang baik harus didasarkan pada akurasi data dan informasi yang valid

Ada beberapa langkah yang kita tempuh untuk mendapatkan data primer yang akuntabel yaitu :

A. Menyusun rencana kegiatan

1. Tahap persiapan.

Tahapan persiapan mencakup kegiatan sebagai berikut:1. Menyusun desain pelaksanaan pendataan PNFI

  1. Penetapan Kepanitiaan melalui surat keputusan
  2. Persiapan sosialisasi pendataan ( undangan, daftar hadir dan jadwal kegiatan, spanduk sosialisasi pendataan )
  3. Persiapan akomodasi, konsumsi, dokumentasi, dan publikasi sosialisasi pendataan
  4. Membentuk tim pencari data
  5. Mengandakan instrumen pendataan
  6. Membagikan instrumen pendataan kepada tim pencari data
  7. Menginstal program PadatiWEB
  8. Melakukan pembayaran biaya akses internet

2. Tahap pelaksanaan.

Rangkaian kegiatan selama pendataan PNFI

  1. Tim mencari data mencari data primer dengan instrumen pendataan
  2. Mengumpulkan data
  3. Membuat rangkuman data perkecamatan
  4. Entri data
  5. Cetak data
  6. Validasi data oleh dinas pendidika
  7. Mengirim buku data dan file data ke P2PNFI regional 1.Bandung
  8. Perawatan komputer dan jaringan internet
  9. Penyelesaian administrasi
  10. Penyusunan laporan

3. Realisasi kegiatan

A.Sosialisasi pendataan dan pembentukan tim pencari data

Sosialisasi pendataan dilakukan untuk menjelaskan teknik pengisian instrumen yang benar sehingga mendapatkan data yang akuntabel.Dalam sosialisasi ini juga dilakukan pembentukan tim pencari data serta pembagian wilayah kerja agar pencarian data lebih efektif dan efesien.

B. Tim pencari data mencari data primer

Tim pencari data mencari data dengan mengunjungi langsung sumber data atau individu sehingga data yang di dapatkan adalah data primer. Setelah data yang di dapatkan dan di kumpul kemudian membuat rangkuman perkecamatan dengan format yang sudah tersedia.

C.Entri data

Entri data di lakukan dengan aplikasi Padati Web.Dalam entri data harus memperhatikan rambu rambu aplikasi Padati Web dengan baik. Apabila rambu rambu tidak diperhatikan maka data kemungkinan tidak tersimpan sehingga data tidak valid.

D. Koreksi data dan pengiriman file data via email

Setelah data yang di entri selesai kemudian dilakukan koreksi data agar sesuai dengan rangkuman data sehingga data tersebut menjadi akuntabel.Data yang sudah di koreksi, file nya langsung di kirim melalui email ke P2PNFI regional 1 Jaya giri Bandung.

E.Mencetak buku data PNFI dan CD data PNFI serta di validasi oleh dinas pendidikan kota Pangkalpinang.

Setelah koreksi data entri selesai maka data tersebut di transfer ke file microsoft office excel untuk di cetak menjadi buku data.Data data tersebut di susun dan dikelompokan berdasarkan kecamatan, sehingga akan memudah kan pengguna dalam menggunakan buku data PNFI tersebut.

Data tersebut dibuat back up nya dengan mentranfer data tersebut dalam bentuk CD.Setelah buku data selesai maka buku data tersebut di validasi oleh dinas pendidikan kota Pangkalpinang.Setelah buku data di validasi dinas pendidikan kota Pangkalpinang maka buku data PNFI tersebut di kirim ke P2PNFI regional 1 Jaya giri Bandung.

F. Akses Internet

SKB Kota Pangkalpinang dalam mengakses internet ini menggunakan jasa provider Speedy, dimana dengan pertimbangan biaya murah, dan kecepatan mengakses juga sangat layak untuk digunakan kepentingan kantor

G.Pemeliharaan jaringan dan komputer.

Pemeliharaan jaringan dan komputer dilakukan sesegera mungkin apabila jaringan atau komputer mengalami kendala, Sehingga pemanfaatan komputer dan jaringan komputer tidak mengalami hambatan.

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan untuk mendapatkan data primer yang akuntabel antara lain :

A. Merancang instrumen pendataan dengan baik.

Untuk merancang instrumen pendataan dengan baik perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut (Research Methods fos Business (1992).

1. Isi dan tujuan instrumen pendataan harus jelas.Tujuan instrumen harus dijelaskan fungsi dan tujuan nya

2. Bahasa dan kata yang dipakai untuk merancang instrumen dengan baik di perlukan penggunaan bahasa atau kata yang jelas sehingga pertanyaanya jelas tidak memiliki makna ganda

3. Jenis dan bentuk instrumen.Jenis dan bentuk instrumen harus dirancang agar responden mudah untuk mengisi instrumen tersebut

4. Urutan pertanyaan di buat secara sistematis

5. Pengkodean. Bila di perlukan pengkodean dapat menggunakan pengkodean

6. Realibitas dan validitas

7. Tampilan instrumen dirancang agar tampak menarik

8. Kata pengantar

9. Petunjuk pengisian. Petunjuk pengisian di buat dengan kata kata yang mudah di pahami dan mudah untuk dilaksanakan

B. Tim Pencari data

Tim pencari harus terampil dan menguasai maksud dan tujuan di dalam instrumen agar bisa menjelelaskan dan mengkoreksi data yang di isi oleh responden. Tim pencari data harus menguasai konsep pengambilan data. Hal ini sangat penting karena tanpa penguasaan kosep pendataan , maka besar kemungkinan pencari data tidak bisa mendapatkan data yang di miliki.

C. Memotifasi responden

Motifasi responden agar mau mengisi instrumen dengan data yang akurat. Responden tidak termotifasi mengisi dengan akurat karena tidak mengetahui fungsi data yang di isi oleh responden.

Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut. Motivasi dari luar adalah motivasi yang pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara meotivasi dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita. Beberapa teori motivasi yang dapat di gunakan yaitu Teori Insentif. Yaitu teori yang mengatakan bahwa seseorang akan bergerak atau mengambil tindakan karena ada insentif yang akan dia dapatkan. Misalnya, Anda mau bekerja dari pagi sampai sore karena Anda tahu bahwa Anda akan mendapatkan intensif berupa gaji. Jika Anda tahu akan mendapatkan penghargaan, maka Anda pun akan bekerja lebih giat lagi. Yang dimaksud insentif bisa tangible atau intangible. Seringkali sebuah pengakuan dan penghargaan, menjadi sebuah motivasi yang besar.Dengan teori ini responden juga bisa kita beri kenang kenanga berupa souvenir karena sudah mengisi instrumen atau di beri insentif supaya mengisi instrumen dengan data yang valid. Kejelasan Tujuan Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebut dengan Goal Setting (penetapan tujuan). Dengan teori ini tim pencari data harus bisa memotifasi dengan memberikan pentingnya data yang akurat untuk kebutuhan nasional dan kebutuhan responden tersebut.

D. Kerja sama dengan lembaga lembaga terkait

Melakukan kerja sama dengan lembaga lembaga terkait agar data yang kita dapatkan lebih akurat serta kerja lebih efesien dan efektif. Kerja sama tersebut dapat di lakukan dengan

1. forum PNF yaitu PKBM, HIPKI.

2. Dinas pendidikan setempat

3. Pamong belajar SKB

Dengan kerja sama tersebut akan lebih memudahkan memperoleh data dari PKBM dan program program yang ada di PKBM.

( by TEFRINO)